Selasa, 29 Januari 2008

Kandidat 4G dari ITU

ITU (International Telecommunications Union) tengah dalam proses mempersiapkan standard seluler 4G. Teknologi 4G harus memungkinkan layanan voice berbasis IP, serta streaming multimedia dalam kecepatan yang lebih tinggi daripada sekarang. ITU-R (Radiocommunication Sector) mengharapkan bahwa standard akan mencakup kecepatan data setidaknya 100 Mb/s, serta penggunaan OFDMA, yaitu versi multiuser dari OFDM. Tentu semua harus berbasis IP dan packet. Keluarga 3G saat ini — termasuk WCDMA, HSDPA, CDMA2000, dan EVDO — dirancang dengan optimasi pada jaringan suara.
Ada tiga kandidat yang telah dipertimbangkan untuk 4G, yaitu LTE (long-term evolution), UMB (ultramobile broadband), dan WiMAX II (IEEE 802.16.m). Kandidat lain boleh didaftarkan hingga 2009. Setelah itu ITU-T akan mulai bekerja dengan rincian spesifikasi.
LTE dirancang oleh 3GPP (pengembang 3G dari kelompok GSM), sementara UMB diajukan oleh 3GPP2 (pengembang CDMA 2000), dan WiMAX II oleh WiMAX Forum. Tabel di atas membandingkan ketiga kandidat. Semuanya bertransmisi dengan OFDMA, kecuali LTE yang bagian uplinknya menggunakan single-carrier FDMA dengan alasan efisiensi daya pada terminal. UMB membayangkan akan mencapai kecepatan data 288 Mb/s (pada lebar spektrum 20 MHz), sementara LTE menjanjikan sampai 250 Mb/s. WiMAX II mengaku bisa menerobos angka 1 Gb/s, tetapi di mode diam.
Nampaknya, 4G dapat berakhir dalam bentuk kombinasi dari pendekatan yang berbeda. Atau lebih kacau lagi, operator bisa mulai menggunakan teknologi pilihannya sendiri, tanpa peduli standard. Mudah2an sih tidak. Tetapi diperkirakan vendor akan mulai mengembangkan perangkat 4G setelah investasi untuk keluarga 3G mulai menghasilkan keuntungan. ITU-T sendiri menjadwalkan penyebaran komersial secara luas pada 2015.
Sumber :

Kamis, 24 Januari 2008

Asia akan Jadi 'Raja' WiMax




Jakarta - Adopsi WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access), yaitu teknologi broadband baru berkecepatan tinggi, diperkirakan akan terus melesat naik. Benua Asia pun diprediksi akan menjadi 'raja' penggunaan WiMax mobile dengan pelanggan mencapai 40 juta dalam lima tahun mendatang.Prediksi ini dikemukakan oleh lembaga penelitian Juniper Research. Mereka menyebutkan, separuh dari seluruh pengguna WiMax pada tahun 2013 yang diperkirakan berjumlah 80 juta, akan berada di benua kuning ini. Juniper yang menganalisis adopsi WiMax di berbagai negara Asia menyatakan bahwa perkembangan pesat kemungkinan akan terjadi di India, Korea, Pakistan dan Australia. Peran pemerintah dengan berbagai program untuk mendukung WiMax juga memegang pengaruh penting dalam perkembangan WiMax, misalnya seperti yang terjadi di Taiwan.Meski demikian, masih menurut Juniper, prediksi ini baru bisa terjadi jika berbagai masalah teratasi. Masalah ini seperti jumlah ketersediaan perangkat yang kompatibel ataupun ketersediaan lisensi, yang akan menentukan sejauh mana kesuksesan adopsi WiMax di benua Asia."Dalam beberapa tahun ke depan, lisensi WiMax akan dilelang di negara seperti India dan Jepang. Kesuksesan lelang ini akan menentukan perkembangan pasar," tandas analis dari Juniper, Howard Wilcox seperti dikutip detikINET dari VNunet, Senin (21/1/2008).Diperkirakan oleh Juniper Research, pada tahun 2013, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat diprediksi akan menjadi pasar utama WiMax mobile. Juniper memaparkan juga, prediksi mereka tentang jumlah pelanggan kemungkinan bisa terlampaui jika harga perangkat pendukung yang kompatibel semakin murah. ( fyk / fyk )




Sumber :